FKOGK
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.


Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKLatest imagesPencarianPendaftaranLogin

 

 Antara Orangtua dan Tontonan Anak

Go down 
3 posters
PengirimMessage
wadiyo
Camat
wadiyo


Lokasi : Singkar II,Wareng Wonosari GK
Reputation : 7
Join date : 14.04.09

Antara Orangtua dan Tontonan Anak Empty
PostSubyek: Antara Orangtua dan Tontonan Anak   Antara Orangtua dan Tontonan Anak Icon_minitimeSat Dec 26, 2009 7:43 pm

Elly Risman, Konselor Yayasan Kita dan Buah Hatihidayatullah.com/hidayatullah.com/

Orangtua zaman sekarang bingung menghadapi tontonan TV dan perkembangan IT yang dampaknya menghawatirkan anak kita

Ya. Anak-anak bisa seperti itu karena pendidikan agamanya lemah. Komunikasi dengan orangtua sangat buruk. Misalnya anak tanya tentang kondom tidak boleh, bertanya tentang perkosaan dan sodomi dimarahi. Padahal itu semua mereka lihat di TV. Orangtua tak siap jadi orangtua. Tak tahu tahapan perkembangan anak. Mereka masih memegang pendidikan seks sebagai sesuatu yang tabu, tidak layak dibicarakan. Kalaupun ingin berbicara tak tahu bagaimana memulainya, sampai kapan dan sejauh mana.

Islam tegas memerintahkan kita untuk memuliakan dan mengajarkan anak-anak dengan akhlak yang baik. Anak itu amanah, kalau kita salah mendidik, dia bisa menjadi ujian, bahkan bisa menjadi musuh. Orangtua sering tidak memuliakan anaknya. Kalau mereka bertanya malah dibentak. Padahal setiap anak punya hak untuk mengetahui sesuatu yang dia lihat. Mereka butuh informasi yang benar dan lurus, termasuk masalah seks.

Pernahkah orangtua bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita penuhi hak anak-anak? Sudahkah kita mendengar perasaan mereka? Sudah cukupkah kita memberi bekal kepercayaan diri yang benar pada mereka? Bukankah bekal kepercayaan diri mereka sudah banyak kita curi dengan cara pendidikan yang salah?

Orangtua masih bersikap double bounce (plin-plan) pada anak. Suatu saat dibolehkan, tapi pada saat lain dilarang. Dampaknya anak merasa tidak mampu, tidak berharga, sehingga gampang dipengaruhi. Pendidikan agamanya mestinya dari orangtua sendiri. Dari sini saya berfikir, berat benar pekerjaan orangtua sekarang ini.

Apakah keadaannya memang sudah segawat itu?

Iya. Sekarang ini kepala si anak seperti dipanah dari segala penjuru; dari atas, bawah, kiri, kanan dan belakang. Mereka dituntut macam-macam. Prestasilah, ranking, dan macam-macam. Padahal Allah menciptakan manusia itu berbeda-beda. Tapi kita menuntut berlebihan, seperti harus mendapatkan ranking. Itu artinya semua mata pelajaran harus bagus. Padahal tidak semua mata pelajaran harus bagus. Ada yang kuat matematikanya, bahasanya, atau seninya. Dalam teori multiple intelligents, cerdas itu macam-macam. Ada cerdas angka, cerdas ruang, dan cerdas gerak. Kita harus tahu itu.

Orangtua harus mengetahui kecerdasan yang dimiliki anaknya. Jika menuntut berlebihan maka membuat anak tak terpenuhi haknya. Itu baru satu panah, dari orangtua. Lalu sekolah, guru-gurunya, lingkungannya, dan semuanya “memanah” dia. Lalu ada tawaran baru dalam bentuk pornografi. Banyak beredar komik porno, VCD porno, internet porno, narkoba, ajakan berantem.

Ada orangtua yang merasa tak tega bila anaknya tak mengikuti perkembangan kemudian anaknya dibelikan HP berkamera. Apa akibatnya? Anak-anak itu kemudian bukan hanya mengirim SMS porno, tapi juga MMS (foto) porno.

Pengaruh itu tampaknya tak terbendung, begitu?

Saya berani bilang, anak kita menjadi sasaran industri seks internasional. Silakan buka situs international media watch di Amerika. Di situ ada tulisan tentang The Drug of the New Millennium. Di situ saya memperoleh informasi bahwa memang di sana memproduksi film, VCD, dan komik porno. Film-film itu dibuat sangat murah dengan bintang film yang tidak terkenal. Kemudian dilempar ke sini. Itu bisa mencuci anak kita empat hal.

Satu, dasar-dasar kepercayaan, bahwa seks itu fun, “Kamu butuh, jangan sok alim.” Lalu, harga diri. “Kalau sudah terima uang sekian boleh pegang, lebih banyak lagi bisa cium, lebih banyak lagi boleh hubungan badan.” Itu terjadi karena harga diri tidak ada. Kenapa? Karena di rumah waktu belajar pasang tali sepatu dibentak. “Lama amat, sini Mama bantuin!” Anak tidak pernah punya kepercayaan pada kemampuannya. Dari situ asalnya, jadi ketika sudah gede dia tak pernah merasa dirinya berharga. Ketiga, sikap yang negatif dibuat jadi positif. “Bukan pacaran kalau kamu tidak ada sentuhan fisik”. Emosinya dibuat jadi kacau. []
sumber :hidayatullah.com
Kembali Ke Atas Go down
http://azzamudin.wordpress.com
sacho_eka
Pengawas
sacho_eka


Lokasi : tangerang- banten
Reputation : 36
Join date : 03.11.08

Antara Orangtua dan Tontonan Anak Empty
PostSubyek: Re: Antara Orangtua dan Tontonan Anak   Antara Orangtua dan Tontonan Anak Icon_minitimeSun Feb 26, 2012 1:45 am

wah pornografi memang berbahaya.. setuju kulo pak..
pertamax

dho sing tenanan ngopeni lahir bathine anak..
anak iku amanah..
Kembali Ke Atas Go down
http://kiossticker.com
macanWong7
Koordinator
macanWong7


Lokasi : www.batuzakar.net
Reputation : 5
Join date : 22.02.09

Antara Orangtua dan Tontonan Anak Empty
PostSubyek: Re: Antara Orangtua dan Tontonan Anak   Antara Orangtua dan Tontonan Anak Icon_minitimeSat Dec 01, 2012 9:52 am

lha kadang, bapaknya nyuruh sholat anaknya
tapi bapaknya malah asyik nonton tipi
jadi harus ada contoh dr ortunya jk anak ingin conto
Kembali Ke Atas Go down
http://www.batuzakar.net
Sponsored content





Antara Orangtua dan Tontonan Anak Empty
PostSubyek: Re: Antara Orangtua dan Tontonan Anak   Antara Orangtua dan Tontonan Anak Icon_minitime

Kembali Ke Atas Go down
 
Antara Orangtua dan Tontonan Anak
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Untuk Menyelamatkan Anak Kita Mari Matikan Televisi minimal antara Magrib Sampai Isya’
» (SEPUTAR ANAK) Kekerasan Pada Anak (bullying)
» Agar Anak Kita Tumbuh menjadi anak percaya diri
» Pornografi dan Kekerasan Naruto: Favorit Bagi Anak-Anak
» [INFO] Lagu BARAT untuk ANAK-ANAK

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: ALL ABOUT GUNUNGKIDUL :: Wedding-
Navigasi: